Dusun Lempong Srumbung Tawarkan Wisata Unik di Tengah Hutan Bambu

2020-05-30 12:14:35

Tempat penuh bambu dan kawasan sungai dijadikan tempat wisata? Kata siapa tidak bisa? Anggapan anda tentang kawasan sungai yang berlumpur, kotor, gatal dan penuh serangga hilang begitu memasuki kawasan wisata ini. Jika hari Minggu anda kosong, Wisata Rawa Bambu yang terletak di Dusun Nglempong, Desa Tegalrandu, Kecamatan Srumbung ini dikenal sebagai tempat wisata asri dan menyenangkan yang bisa dijadikan pilihan. Kebun bambu yang dalam bayangan kita kotor dan penuh serangga berubah menjadi tempat ideal yang memanjakan mata. Kawasan sungai-nya pun dijadikan arena perahu dayung yang menyenangkan dan segar dipandang mata. Harga tiket masuknya pun gratis sampai dengan jam 12:00 Wib dan hanya dikenakan tarif parkir sebesar 2000 rupiah.

Wisata yang buka setiap hari Minggu ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang mayoritas petani lokal dan menyediakan lapangan kerja untuk pemuda desa yang sampai sekarang belum memiliki perkerjaan. Tempat yang kini berada dibawah kepengurusan Marsujud, Haryanto, Edi Nuryanto, Khanifan dan kawan-kawannya pada mulanya adalah hutan bambu yang bahkan sulit untuk dijamah manusia, namun setelah melihat potensi yang luar biasa dari tempat yang awalnya rungkut itu dapat disulap menjadi tempat yang sedap dipandang mata.

Pembangunan wisata Rawa Bambu ini didanai secara mandiri oleh donatur di sekitar desa dan warga desa. Pengurus berharap pemerintah dapat membantu secara materil untuk mengembangkan kawasan wisata yang penuh potensi ini. Pada mulannya, pengembangan wisata ini dimulai dari Pasar tradisional Rawa Bambu yang menggunakan mata uang yang unik yaitu kethip yang berupa kayu berbentuk bundar mirip koin. Satu kethip sama dengan 2000 rupian dan bisa ditukarkan di pos penukaran uang. Pembagian keuntungannya adalah 4-1 yaitu 4 kethip untuk penjual dan 1 kethip untuk kas wisata Rawa bambu, namun karna sekarang pengunjung ramai, pembagian keuntungan dirubah menjadi 7-3 yaitu 7 kethip untuk penjual dan tiga kethip untuk kas Rawa Bambu. Untuk lapak penjual diberikan tempat secara gratis dan hanya pembagian keuntungan saja dan dana yang didapat tersebut digunakan untuk mengadakan event-event seperti senam masal ataupun orgen tunggal.

Pengurus tempat wisata ini berharap mereka mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan wisata yang baik guna menjadikan Wisata Rawa Bambu menjadi lebih baik lagi, baik dari segi pengelolaan maupun segi zona wisatannya. Alasan kenapa mereka berharap mendapatkan pelatihan dikarenakan adannya target pencapaian membangun home stay dan tempat outbound untuk kedepannya.
Wisata Rawa Bambu menyuguhkan pemandangan asri yang dicampur dengan kreatifitas, bagaimana tidak? Bambu-bambu disusun sedemikian rupa menjadi berbagai objek yang instagramable. Pondok, jembatan, tempat duduk dan tempat selfie yang dibuat dengan bambu menjadi salah satu daya tarik dari wisata Rawa Bambu. Yang paling menarik dari wisata ini adalah pasar tradisionalnya yang menggunakan mata uang Kethip dan harga jajanannya tergolong murah dan beragam antara lain : gorengan, kue, jajanan tradisional bahkan bakso dan sosis bakar yang cocok dengan lidah anak muda.

(GM/AP_Fadila)

Copyright 2018 © Institut Pertanian Intan Yogyakarta. All rights reserved - Konekthing